Showing posts with label FriendShip. Show all posts
Showing posts with label FriendShip. Show all posts
Sunday, 25 November 2012 - , , 2 comments

PELANGI DI WAJAHMU (aku melihatnya)

Klik gambar untuk episode sebelumnya

Reno tiba sekembalinya dari tengah kota, ia membuka pintu rumahnya perlahan, dan tiba-tiba muncul perasaan heran dan mengganjal. Ada sesuatu yang tidak beres di sana. Reno bergegas memasuki rumahnya dan menuju kamar yang menjadi tempat di mana setidaknya ibunya terbaring saat ia meninggalkan rumahnya dalam keadaan terbuka.
Reno terkejut tiada tara saat masuk ke dalam kamar. Tak tampak ada sesosok wanita yang begitu ia cinta di sana. Reno panik tiada terungkap. Ia segera berlari menabraki benda apapun yang tergeletak di atas lantai. Ia tidak peduli, ia tetap saja menyusuri sekujur isi rumahnya. Tetapi tidak juga tampak sesosok yang ia cari.

Thursday, 15 November 2012 - , , 2 comments

PELANGI DI WAJAHMU (bagian kenyataan sesungguhnya)



Fika terkejut mengetahui bahwa Alfin dan Heri sudah terbebas dari ruang tahanan yang pengap. Bersama dengan beberapa teman sekelas yang saat itu berkumpul di rumah Alfin, menanti-nanti cerita yang akan dihidangkan oleh Alfin dan Heri. Tetapi sayangnya, cerita panjang yang mereka harapkan tidaklah kunjung datang seperti yang diharapkan. Alfin dan Heri hanya mengatakan bahwa ada seseorang yang berhasil membongkar kasus kesalahpahaman itu. Karena sebenarnya, kasus kebakaran itu akibat kecerobohan sang pemilik warung sendiri dan seseorang yang membuang putung rokok sembarangan yang sekarang ini sedang dalam proses pencarian polisi. Sementara itu, pemilik warung sekarang ini masih diinterogasi oleh polisi.

Sunday, 4 November 2012 - , , 0 comments

PELANGI DI WAJAHMU (bagian penyelesaian)


Click it!
Reno termenung di dalam kamarnya seorang diri, mengingat apa yang terjadi, sesuatu yang mengganjal di hatinya, sesuatu yang ia rasa telah ia kenal sebelumnya. Hal yang sepertinya ia tahu jelas. Ia berbaring dan berguling, kemudian berputar, jungkir-balik, salto (enggak segitunya juga kali) di atas tempat tidurnya. Sesaat kemudian, ia menatap kamera usang yang tergeletak di atas meja di sebelah tempat tidurnya. Ia teringat, benar juga, ternyata, saat kejadian itu ia sempat melalui TKP dan menjeprat-jepret di sekitar lokasi.

Reno bangkit dari tempat tidurnya dan segera mengambil kameranya. Ia berlari keluar meninggalkan rumahnya, menuju percetakan terdekat.
*****

Saturday, 3 November 2012 - , , 4 comments

PELANGI DI WAJAHMU (bagian konflik serius)

Click it!
Siang ini, berbeda dari biasanya, Reno berjalan-jalan berkeliling sepulang sekolah. Tetapi seperti biasa, tetap dengan ditemani oleh kamera usangnya. Dan seperti biasanya juga, jepret sana jepret sini, tak tahu untuk apa. Tetapi di sini, sesuatu yang akan menjadi hal serius dalam cerita ini akan terjadi.

Sunday, 28 October 2012 - , , 2 comments

PELANGI DI WAJAHMU (bagian konflik keseharian)

Click it!
Berjalan seorang diri sepanjang lorong sekolahan, ya, Si Reno, seperti biasa. Di sebuah sekolah yang terletak di pinggiran kota dan dalam suasana yang masih pagi cerah, saat masih belum banyak siswa yang berdatangan, seperti biasa Reno sudah tiba di sekolah lebih dulu. Dan seperti biasa juga, kamera usangnya setia menemaninya untuk jeprat sana jepret sini. Tetapi di pagi ini, ada pemandangan yang tak biasa bagi Reno, ia melihat sebuah alat untuk mengepel tergeletak begitu saja di atas lantai salah satu lorong sekolah diiringi pula dengan kondisi lantai yang basah tak beraturan.