Aku duduk termenung di sudut kamar, menatap dalam-dalam layar laptop di
atas meja. Sesekali menggaruk-garuk rambut kepala yang tidak gatal. Atau bahkan
hingga mengacak-ngacak rambutku yang telah teracak-acak semenjak tadi. Aku
sudah beberapa kali mencoba untuk menarikan jari-jemari tangan ke atas keyboard,
namun tak ada satupun jari yang mau beranjak untuk mengetikkan sesuatu.
Jemariku terasa membeku, begitu pula dengan otakku. Sudah hampir satu jam ini
aku berpikir dan mencoba untuk menggali imajinasi-imajinasi gila di dalam
otakku untuk dituangkan ke dalam sebuah cerita fiksi. Namun tidak ada satupun ide
gila dan bagus yang bisa aku tuangkan ke dalam bentuk tulisan.
Aku mulai jenuh. Aku mengalihkan pandanganku ke arah jam dinding yang
berada di belakangku. Sudah hampir jam 6 pagi. Huft… Aku menghembuskan
nafas pendek. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Aku sudah duduk
termenung di dalam kamar ini semenjak selesai sholat Shubuh. Yah, katanya sih,
dan menurutku juga, waktu terbaik untuk menulis adalah disaat pikiran masih fresh,
yaitu setelah Shubuh. Oleh karenanya, aku mencoba untuk memulai menulis
semenjak selesai sholat Shubuh tadi, dengan harapan akan muncul ide-ide gila
yang akan menghasilkan karya tulis luar biasa. Namun nyatanya… huft…
semua tidak sesuai dengan persangkaanku. Dalam waktu sekitar satu jam ini,
hanya ada dua baris yang tertulis di lembar dokumen yang terpampang di layar
laptopku.
Huft… aku kembali menghembuskan nafas ketika melihat
tulisan yang telah aku hasilkan dalam waktu sekitar satu jam ini. Selama
setengah jam sebelumnya, aku hanya menemukan judul tulisan yang akan menjadi
hasil karya luar biasaku, dan masih dalam tahap memikirkan sebuah cerita cinta
memukau yang akan aku ketikkan. Namun, karena tidak ada satupun kata-kata indah
yang sampai menjadi salah satu rangkaian tulisanku, akhirnya di bawah judul
tulisan tersebut, aku menuliskan namaku sendiri selaku pengarang calon cerita
menakjubkan tersebut. Yah, sebelumnya aku begitu yakin bahwa aku akan dapat menuliskan
sebuah cerita cinta yang menakjubkan. Namun nyatanya, hingga saat ini, yang
terpampang di layar laptopku hanyalah dua baris yang berisi judul tulisan dan
pengarangnya tersebut, tanpa ada satupun kata yang akan membentuk sebuah alur
cerita.
Hah!
Hembusan nafas putus asa akhirnya aku
hembuskan. Aku meletakkan dahi kepala ke atas meja. Sia-sia, satu jam yang
sia-sia, batinku. Tidak ada satupun ide yang pas untuk ceritaku. Dan akupun
hanya bisa berteriak dalam hati, “Help me, I need an idea!!!!”
“Yee. Jomblo gitu mau nulis cerita cinta.”
Aku bangkit tersentak, sebuah suara asing di dalam kamar mengagetkanku.
Aku mengarahkan pandangan ke sisi kanan meja, tempat di mana suara asing
terdengar olehku. Namun, di sana hanya ada sekumpulan buku yang berserakan.
“Makanya bangkit keluar dong dan lihat ke dunia di sekelilingmu untuk mendapatkan
sebuah ide yang dapat dituliskan.”
Sebuah suara asing lain mengejutkanku dan membuatku menoleh ke sumber
suara tersebut. Namun, yang aku lihat hanyalah sebuah jendela kamar.
“Lah wong kegiatan sehari-harinya biasa dilakukan seorang diri gitu, mau
membuat cerita cinta. Mendingan belajar menulis ceritanya dimulai dari kehidupan
diri sendiri deh.” Suara yang terdengar sebelumnya terdengar menyahut.
Aku kembali terkejut dan memalingkan mukaku kembali ke arah suara asing
yang terdengar sebelumnya. Dan lagi-lagi, suara itu seakan berasal dari
tumpukan buku tulis.
“Gak harus tentang cerita diri sendiri kok. Bisa juga menuliskan cerita
cinta dari orang lain. Yang penting mau lihat ke sekeliling dulu untuk
mengumpulkan informasi dan inspirasi.”
Lagi-lagi, suara yang bersumber dari jendela menyahut.
Tiba-tiba terdengar suara dari pintu kamar yang berderik, tampak sedang membuka.
Aku memalingkan wajah ke arah pintu kamar tersebut. Dan kali ini suara asing
lain terdengar dari arah pintu kamar. “Iya nih, dikiranya berpikir keras
seorang diri dengan suasana tenang bisa mendapatkan banyak inspirasi apa.
Sesekali juga butuh keluar dan mengumpulkan inspirasi dari dunia luar.”
“Lah, bagaimana mau bisa menghasilkan sebuah cerita coba?! Kalau setiap
baru menuliskan dua-tiga kata sudah dihapus lantaran dirasa katanya kurang pas
dan memukau.”
Suara asing lain ikut bergabung ke dalam percakapan aneh dan tak masuk
akal tersebut. Kali ini suara itu berasal dari laptop di depanku.
“Owalah toh, pantas gak selesai-selesai. Yang penting itu menulis dulu,
urusan katanya bagus atau jelek, alur cerita indah atau buruk, itu belakangan.
Yang penting ceritanya jadi dulu, nanti baru dibaca dan dirangkai ulang.” Suara
asing dari buku di sebelah laptop kembali menyahut.
“Dan jangan lupa juga untuk terbang keluar untuk mencari ide dan
inspirasi. Ada banyak hal yang sebenarnya bisa diceritakan dari dunia luar di
sekeliling.” Suara asing dari jendela kamar menimpali, kali ini diikuti dengan
gerakan jendela kamar yang mengayun.
“Aduh…! Nih anak gak ngerti-ngerti juga! Gak beranjak juga. Kalau udah
kelamaan duduk dan gak dapat ide, bangkit dah!” Suara asing dari pintu kamar
terdengar mencelaku sembari diiringi derik pintu yang membuka lebar.
Laptop di depanku seakan tampak bergetar untuk ikut mencelaku, “Kapan
mau dapat idenya, kalau cuma mikir doang?! Jangan cuma diam-diaman dengan
alasan sedang memikirkan sebuah ide. Setidaknya nulis dulu dong. NULIS! Kalau cuma
kelamaan mikir untuk mencari ide, kapan tulisannya selesai? Kapan mau mulai
nulisnya?!”
Lagi, lagi, dan lagi. Suara-suara asing itu saling sahut-menyahut sembari
mencelaku. AHHH!!! Apa aku sudah stress stadium akhir gara-gara kelamaan
mengurung diri di dalam kamar ini dengan alasan untuk mencari ketenangan dalam menulis?!?
AHHH!!! Aku kembali berteriak untuk membungkam celaan demi celaan yang entah
berasal dari mana. Akhirnya aku berlari keluar dan meninggalkan kamarku yang
sudah menggila tersebut.
Gan. Widget blog of friendship itu dimana dapat? saya mau join juga.
ReplyDeleteSaya tunggu balasannya ke email saya kahfiblogger@gmail.com
gabung aja ke group (fb) sob.
Deletesekarang link web-nya mati soalnya sob.
Waw, ada karakter rekaan sendiri yang memberi motivasi :) Bagus kalau begitu. Yang penting menghayalah sebebas mungkin. Nanti dari situ bisa dirangkum menjadi cerita. :)
ReplyDeleteiya, sob, makasih. ^_^
DeleteSemangat untuk menulisnya hehehe
ReplyDeleteterima kasih. ^^
DeleteAlhamdulillah akan selalu semangat.
kayanya itu suara Ishmah, deh, Mas JIM... :D
ReplyDeletehaha, owalah ternyata Ishmah yang nakut-nakutin si Rino itu. :D
Deletewkkwk, iyaaaa
Deletewah, kejamnya kau Ishmah.
Deletetuh sekarang Rino pindah rumah, karena ketakutan, dikiranya rumahnya berhantu.
BROKER TERPERCAYA
ReplyDeleteTRADING ONLINE INDONESIA
PILIHAN TRADER #1
- Tanpa Komisi dan Bebas Biaya Admin.
- Sistem Edukasi Professional
- Trading di peralatan apa pun
- Ada banyak alat analisis
- Sistem penarikan yang mudah dan dipercaya
- Transaksi Deposit dan Withdrawal TERCEPAT
Yukk!!! Segera bergabung di Hashtag Option trading lebih mudah dan rasakan pengalaman trading yang light.
Nikmati payout hingga 80% dan Bonus Depo pertama 10%** T&C Applied dengan minimal depo 50.000,- bebas biaya admin
Proses deposit via transfer bank lokal yang cepat dan withdrawal dengan metode yang sama
Anda juga dapat bonus Referral 1% dari profit investasi tanpa turnover......
Kunjungi website kami di www.hashtagoption.com Rasakan pengalaman trading yang luar biasa!!!