Saturday, 28 February 2015 - , , 11 comments

HELP ME, I NEED AN IDEA!

Aku duduk termenung di sudut kamar, menatap dalam-dalam layar laptop di atas meja. Sesekali menggaruk-garuk rambut kepala yang tidak gatal. Atau bahkan hingga mengacak-ngacak rambutku yang telah teracak-acak semenjak tadi. Aku sudah beberapa kali mencoba untuk menarikan jari-jemari tangan ke atas keyboard, namun tak ada satupun jari yang mau beranjak untuk mengetikkan sesuatu. Jemariku terasa membeku, begitu pula dengan otakku. Sudah hampir satu jam ini aku berpikir dan mencoba untuk menggali imajinasi-imajinasi gila di dalam otakku untuk dituangkan ke dalam sebuah cerita fiksi. Namun tidak ada satupun ide gila dan bagus yang bisa aku tuangkan ke dalam bentuk tulisan.
Aku mulai jenuh. Aku mengalihkan pandanganku ke arah jam dinding yang berada di belakangku. Sudah hampir jam 6 pagi. Huft… Aku menghembuskan nafas pendek. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Aku sudah duduk termenung di dalam kamar ini semenjak selesai sholat Shubuh. Yah, katanya sih, dan menurutku juga, waktu terbaik untuk menulis adalah disaat pikiran masih fresh, yaitu setelah Shubuh. Oleh karenanya, aku mencoba untuk memulai menulis semenjak selesai sholat Shubuh tadi, dengan harapan akan muncul ide-ide gila yang akan menghasilkan karya tulis luar biasa. Namun nyatanya… huft… semua tidak sesuai dengan persangkaanku. Dalam waktu sekitar satu jam ini, hanya ada dua baris yang tertulis di lembar dokumen yang terpampang di layar laptopku.

Huft… aku kembali menghembuskan nafas ketika melihat tulisan yang telah aku hasilkan dalam waktu sekitar satu jam ini. Selama setengah jam sebelumnya, aku hanya menemukan judul tulisan yang akan menjadi hasil karya luar biasaku, dan masih dalam tahap memikirkan sebuah cerita cinta memukau yang akan aku ketikkan. Namun, karena tidak ada satupun kata-kata indah yang sampai menjadi salah satu rangkaian tulisanku, akhirnya di bawah judul tulisan tersebut, aku menuliskan namaku sendiri selaku pengarang calon cerita menakjubkan tersebut. Yah, sebelumnya aku begitu yakin bahwa aku akan dapat menuliskan sebuah cerita cinta yang menakjubkan. Namun nyatanya, hingga saat ini, yang terpampang di layar laptopku hanyalah dua baris yang berisi judul tulisan dan pengarangnya tersebut, tanpa ada satupun kata yang akan membentuk sebuah alur cerita.
Hah!
Hembusan nafas putus asa akhirnya aku hembuskan. Aku meletakkan dahi kepala ke atas meja. Sia-sia, satu jam yang sia-sia, batinku. Tidak ada satupun ide yang pas untuk ceritaku. Dan akupun hanya bisa berteriak dalam hati, “Help me, I need an idea!!!!
“Yee. Jomblo gitu mau nulis cerita cinta.”
Aku bangkit tersentak, sebuah suara asing di dalam kamar mengagetkanku. Aku mengarahkan pandangan ke sisi kanan meja, tempat di mana suara asing terdengar olehku. Namun, di sana hanya ada sekumpulan buku yang berserakan.
“Makanya bangkit keluar dong dan lihat ke dunia di sekelilingmu untuk mendapatkan sebuah ide yang dapat dituliskan.”
Sebuah suara asing lain mengejutkanku dan membuatku menoleh ke sumber suara tersebut. Namun, yang aku lihat hanyalah sebuah jendela kamar.
“Lah wong kegiatan sehari-harinya biasa dilakukan seorang diri gitu, mau membuat cerita cinta. Mendingan belajar menulis ceritanya dimulai dari kehidupan diri sendiri deh.” Suara yang terdengar sebelumnya terdengar menyahut.
Aku kembali terkejut dan memalingkan mukaku kembali ke arah suara asing yang terdengar sebelumnya. Dan lagi-lagi, suara itu seakan berasal dari tumpukan buku tulis.
“Gak harus tentang cerita diri sendiri kok. Bisa juga menuliskan cerita cinta dari orang lain. Yang penting mau lihat ke sekeliling dulu untuk mengumpulkan informasi dan inspirasi.”
Lagi-lagi, suara yang bersumber dari jendela menyahut.
Tiba-tiba terdengar suara dari pintu kamar yang berderik, tampak sedang membuka. Aku memalingkan wajah ke arah pintu kamar tersebut. Dan kali ini suara asing lain terdengar dari arah pintu kamar. “Iya nih, dikiranya berpikir keras seorang diri dengan suasana tenang bisa mendapatkan banyak inspirasi apa. Sesekali juga butuh keluar dan mengumpulkan inspirasi dari dunia luar.”
“Lah, bagaimana mau bisa menghasilkan sebuah cerita coba?! Kalau setiap baru menuliskan dua-tiga kata sudah dihapus lantaran dirasa katanya kurang pas dan memukau.”
Suara asing lain ikut bergabung ke dalam percakapan aneh dan tak masuk akal tersebut. Kali ini suara itu berasal dari laptop di depanku.
“Owalah toh, pantas gak selesai-selesai. Yang penting itu menulis dulu, urusan katanya bagus atau jelek, alur cerita indah atau buruk, itu belakangan. Yang penting ceritanya jadi dulu, nanti baru dibaca dan dirangkai ulang.” Suara asing dari buku di sebelah laptop kembali menyahut.
“Dan jangan lupa juga untuk terbang keluar untuk mencari ide dan inspirasi. Ada banyak hal yang sebenarnya bisa diceritakan dari dunia luar di sekeliling.” Suara asing dari jendela kamar menimpali, kali ini diikuti dengan gerakan jendela kamar yang mengayun.
“Aduh…! Nih anak gak ngerti-ngerti juga! Gak beranjak juga. Kalau udah kelamaan duduk dan gak dapat ide, bangkit dah!” Suara asing dari pintu kamar terdengar mencelaku sembari diiringi derik pintu yang membuka lebar.
Laptop di depanku seakan tampak bergetar untuk ikut mencelaku, “Kapan mau dapat idenya, kalau cuma mikir doang?! Jangan cuma diam-diaman dengan alasan sedang memikirkan sebuah ide. Setidaknya nulis dulu dong. NULIS! Kalau cuma kelamaan mikir untuk mencari ide, kapan tulisannya selesai? Kapan mau mulai nulisnya?!”
Lagi, lagi, dan lagi. Suara-suara asing itu saling sahut-menyahut sembari mencelaku. AHHH!!! Apa aku sudah stress stadium akhir gara-gara kelamaan mengurung diri di dalam kamar ini dengan alasan untuk mencari ketenangan dalam menulis?!? AHHH!!! Aku kembali berteriak untuk membungkam celaan demi celaan yang entah berasal dari mana. Akhirnya aku berlari keluar dan meninggalkan kamarku yang sudah menggila tersebut.

11 Blogger-Comments
Tweets
FB-Comments

11 comments:

  1. Gan. Widget blog of friendship itu dimana dapat? saya mau join juga.

    Saya tunggu balasannya ke email saya kahfiblogger@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. gabung aja ke group (fb) sob.
      sekarang link web-nya mati soalnya sob.

      Delete
  2. Waw, ada karakter rekaan sendiri yang memberi motivasi :) Bagus kalau begitu. Yang penting menghayalah sebebas mungkin. Nanti dari situ bisa dirangkum menjadi cerita. :)

    ReplyDelete
  3. Semangat untuk menulisnya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih. ^^
      Alhamdulillah akan selalu semangat.

      Delete
  4. kayanya itu suara Ishmah, deh, Mas JIM... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, owalah ternyata Ishmah yang nakut-nakutin si Rino itu. :D

      Delete
    2. wah, kejamnya kau Ishmah.
      tuh sekarang Rino pindah rumah, karena ketakutan, dikiranya rumahnya berhantu.

      Delete
  5. BROKER TERPERCAYA
    TRADING ONLINE INDONESIA
    PILIHAN TRADER #1
    - Tanpa Komisi dan Bebas Biaya Admin.
    - Sistem Edukasi Professional
    - Trading di peralatan apa pun
    - Ada banyak alat analisis
    - Sistem penarikan yang mudah dan dipercaya
    - Transaksi Deposit dan Withdrawal TERCEPAT
    Yukk!!! Segera bergabung di Hashtag Option trading lebih mudah dan rasakan pengalaman trading yang light.
    Nikmati payout hingga 80% dan Bonus Depo pertama 10%** T&C Applied dengan minimal depo 50.000,- bebas biaya admin
    Proses deposit via transfer bank lokal yang cepat dan withdrawal dengan metode yang sama
    Anda juga dapat bonus Referral 1% dari profit investasi tanpa turnover......

    Kunjungi website kami di www.hashtagoption.com Rasakan pengalaman trading yang luar biasa!!!

    ReplyDelete

Pembaca yang baik akan selalu meninggalkan jejak... ^_^