Sunday, 12 May 2013 - , 2 comments

CERMIN DUA MUARA part XIII – Empat Elemen

Minggu pagi buta ini, jarang-jarang Epsa dan Ferdi sudah berada di lapangan sepak bola di halaman belakang rumah Epsa. Epsa mengenakan setelan seragam olahraga berwarna merah dengan corak hitam dan kuning, sementara Ferdi mengenakan kaos abu-abu sedikit bergambar dan celana hitam panjang bergaris putih. Mereka di sana melakukan olahraga kecil dan sedikit pemanasan. Tetapi mereka di sana bukanlah hendak bermain sepak bola ataupun futsal. Karena mana mungkin mereka melakukan itu hanya berempat orang.
“Dalam Gunryou,” Stealth mulai membuka pembicaraan, “setidaknya ada lima hal yang perlu kalian ketahui dan kuasai. Yaitu, keseimbangan, kecepatan, ketepatan, teknik, dan kekuatan. Untuk itu, kau Ferdi.” Stealth berbicara yakin dengan menatap tajam ke arah Ferdi. Sedangkan Ferdi, hanya tercengang dan menatap balik. Stealth melanjutkan, “mungkin kau dapat mengeluarkan kekuatan hebat dengan Elgrad itu, tetapi ingatlah itu sama sekali tak cukup. Kekuatan Elgrad sesungguhnya terletak pada kemampuan dan aura penggunanya, hanya saja Elgrad mampu melipatgandakan kekuatan tersebut sehingga menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Bahkan orang yang terpilih, walau tak menguasai kemampuan apapun sepertimu, mampu mengeluarkan kekuatan hebat dengan Elgrad. Tetapi tanpa menggunakan Elgrad, kau bukanlah apa-apa.” Ucapan Stealth semakin serius dan suaranya yang semakin meninggi, membuat Ferdi sedikit getir. “Untuk itu…” Stealth tak melanjutkan ucapannya, tiba-tiba ia merangsek maju dan menebaskan belatinya ke arah orb yang Ferdi bawa.
Orb tersebut menggelinding di atas tanah, Ferdi hanya diam tercengang di tempat, sembari berkata terbata perlahan, “A- a.. apa?”
Knight hanya tersenyum sinis. Sedangkan Epsa terdiam heran melihat hal itu. Stealth telah tepat berada di depan Ferdi dengan posisi siap menebas, menatapkan tajam pandangannya ke arah Ferdi, kemudian berkata, “Untuk itu, kau harus berlatih dengan keras, memperkuat dirimu dari dalam diri. Berlatih tanpa menggunakan Elgrad, memperkuat kemampuanmu yang sesungguhnya, tanpa hanya harus bergantung pada kekuatan senjatamu. Karena sesungguhnya senjata itu tergantung penggunanya. Semakin ahli dan kuatnya seorang pengguna, akan memengaruhi sejauh mana senjata itu mampu mematikan. Begitu pula Elgrad. Baiklah, Knight, kau punya dua pedang, bukan? Berikan salah satu padanya.”
“Apa? Kenapa harus punyaku?” ucap Knight terkejut, tak terima.
“Ya, karena Ferdi tak punya pedang, bukan? Sedang, kau memiliki dua pedang. Dia harus berlatih tanpa menggunakan Elgrad. Lagipula, kau sudah terlatih, bukan? Kau bisa menghadapinya hanya dengan satu pedang, bukan? Atau jangan bilang kau takut, karena…”
Belum sempat Stealth melanjutkan, Knight segera melempar dengan bantingan kedua pedangnya ke rerumputan di depan Ferdi, kemudian menunjuk ke arah Ferdi sembari berkata, “Dengan tangan kosongpun aku bisa menghabisi orang sepertinya.”
Stealth tersenyum tipis dan berkata, “Baguslah.”
“Cih… seharusnya akulah yang memberi perintah di sini.” Ucap Knight tak terima.
“Baiklah, sebelum kau memulai latihan, ada hal lain yang perlu kau ketahui.” Ucap Stealth pada Ferdi.
“Apa lagi?”
“Kau ingat, bukan? Aku pernah mengatakan sesuatu tentang aura. Ya, karena setiap orang memiliki auranya masing-masing. Dan aura ini dapat digunakan sebagai perlindungan diri penggunanya ataupun untuk meningkatkan kekuatan daya serangnya. Serta, setiap aura dari masing-masing orang mampu menguasai elemen tertentu. Artinya, setiap aura berelemen tertentu. Ada empat jenis elemen, yaitu api, air, tanah, dan angin.”
“Seperti di film-film. Apa itu artinya dengan sebuah aura kita dapat menggunakan jurus tertentu dari masing-masing elemen?” Tanya Ferdi.
“Kurang lebih seperti itu. Sebuah aura yang terpancar dari seseorang dapat beradaptasi dari keempat elemen itu untuk mengeluarkan kemampuan yang spesifik. Dan keempat elemen ini memiliki kelemahan dan ketahanan masing-masing. Elemen api dapat dipadamkan dengan elemen air. Elemen air dapat dibenamkan oleh elemen tanah. Elemen tanah dapat dihempaskan oleh elemen angin.”
“Dan elemen angin hanya akan mengobarkan kekuatan elemen api.” Potong Knight.
“Ya, seperti itulah.” Jawab Stealth tersenyum.
“Dan…” Ferdi berusaha bertanya, tetapi segera dipotong Stealth, “Dan yang kau lihat saat kita terjebak di Sihir Dunia Kegelapan itu, aku mengeluarkan sesuatu berkekuatan petir dari belati ini.” Ucap Stealth seraya mengibas-ngibaskan belatinya, “Ini adalah kemampuan listrik, modifikasi dari elemen api. Merupakan peningkatan lebih lanjut dari elemen api, level tiga dari elemen api.”
“Jadi, dapat dimodifikasi segala. Dan artinya kau berelemen api?” Tanya Ferdi segera.
“Ya, elemen yang kusebutkan itu merupakan level dasar, yaitu level satu, dan masing-masing dapat mengalami peningkatan hingga level tiga. Dan dari keempat elemen itu, yang paling sulit untuk dimodifikasi dan dikuasai adalah elemen angin. Maka dari itu, di Gunryou, yang paling sedikit jumlahnya adalah pengguna elemen angin. Dan Knight memiliki aura berelemen angin, seperti kakaknya, dan memang keturunan Arin sebagian besar berelemen angin.”
“Dan Knight…” ucap Ferdi dengan menoleh ke arah Knight.
“Dia masih level satu,” jawab Stealth, “dia masih menguasai elemen angin.”
“Ternyata orang sombong seperti dia masih…”
“Jih…” potong Knight, “seperti yang dikatakan Stealth, elemen angin itu yang paling sulit untuk mencapai level selanjutnya, tahu!”
“Jadi, kini aku harus mengetahui auraku lebih dahulu?” Tanya Ferdi ke arah Stealth.
“Elgrad, seperti yang ku katakan, adalah salah satu dari empat legendary orb. Keempat legendary orb ini juga mengadopsi masing-masing dari keempat elemen itu. Dan Elgrad merupakan legendary orb berelemen angin. Maka dari itu, keturunan Arin yang memang terlahir sebagai pemegang aura angin, dahulu sangat dipercaya mampu menguasai Elgrad yang berelemen angin.”
Knight yang mendengar hal itu merasa diledek dan segera memalingkan tubuh, berusaha tak peduli. Sedangkan Ferdi segera berkata, “Artinya aku berelemen angin?”
“Dapat dipastikan itu, karena kau mampu menguasai Elgrad.” Jawab Stealth. “Oleh karena itu, kalian berdua, kau… dan Knight akan berlatih bersama. Aku yang berelemen api tak cocok dengan kalian berdua. Aku hanya akan memantau kalian. Sama-sama berelemen angin, itu akan menjadi hal yang seimbang.”
“Cih… jelas aku lebih unggul darinya.” Ucap Knight tak terima. “Aku lebih kuat, lebih berpengalaman, dan lebih berbakat darinya.”
“Dan bagaimana denganku?” Tanya Epsa yang sejak tadi diam saja. “Aura milikku berelemen apa?”
“Sebenarnya ada alat untuk mengetahui elemen dari aura seseorang. Tetapi jelas kami tak membawa alat semacam itu dalam misi kami.” Jawab Stealth.
“Tetapi ada cara lain.” Ucap Knight.
Stealth tersenyum mendengar Knight yang sudah tidak terlalu cuek seperti sebelumnya, ia segera berkata, “Lakukan Knight.”
“Aku tahu! Tak usah memerintah.” Ucap Knight sembari melangkah mendekati Epsa, dan menyuruhnya, “Pejamkan matamu. Fokuskan auramu untuk keluar mengelilingi tubuhmu.” Epsa segera melakukan apa yang dikatakan.
Knight merentangkan tangan kirinya ke depan dengan telapak tangan terbuka, menyentuh dada Epsa. Keheningan terasa sesaat, kemudian Knight berkata, “Tidak terjadi apa-apa.”
“Tidak bereaksi?” Ucap Stealth. “Epsa, artinya auramu bukanlah berelemen tanah ataupun api. Tetapi tetap lakukan seperti itu.” Kemudian Knight melangkah mundur, dan kini Stealth yang mendekati Epsa. Ia melakukan hal yang sama seperti Knight. Hanya beberapa saat, Stealth kemudian berteriak perlahan. Epsa segera membuka matanya dan melihat apa yang terjadi. Stealth merunduk dan memegangi pergelangan tangan kirinya dengan telapak tangan kanannya. Terlihat sebuah uap mengepul dari telapak tangan kiri Stealth. Kemudian segera berkata, “Artinya kau berelemen air.”
“Bagaimana kau mengetahuinya?” Tanya Epsa.
“Mudah saja.” Jawab Stealth yang kembali tegap. “Seperti yang ku katakan, tiap elemen memiliki kelemahan dan ketahanan masing-masing. Nah… dari sifat elemen inilah kita bisa mengetahui elemen aura dari orang lain. Orang beraura angin, dapat mengidentifikasi apakah aura orang lain berelemen tanah atau api.”
“Oh.. aku mengerti.” Potong Epsa segera. “Orang dengan elemen aura angin akan bereaksi dengan orang berelemen aura tanah, entah itu dia menghempaskan orang yang berelemen tanah itu atau apalah, yang seperti kau katakan.”
“Tepat. Baiklah, sekarang kita mulai berlatih.”
“Ayo… ku sudah bosan lama menunggu.” Ucap Ferdi yang terdiam sejak tadi.
“Kau bukanlah tandinganku.” Ucap Knight menyombongkan diri.


2 Blogger-Comments
Tweets
FB-Comments

2 comments:

  1. Dedaunan Hijau17 May 2013 at 16:43

    Seru ceritanya,
    btw ganti nih tampilannya tapi bagus kok
    gak seserem dulu hehe

    ReplyDelete

Pembaca yang baik akan selalu meninggalkan jejak... ^_^