Minggu
pagi buta ini, jarang-jarang Epsa dan Ferdi sudah berada di lapangan sepak bola
di halaman belakang rumah Epsa. Epsa mengenakan setelan seragam olahraga
berwarna merah dengan corak hitam dan kuning, sementara Ferdi mengenakan kaos
abu-abu sedikit bergambar dan celana hitam panjang bergaris putih. Mereka di
sana melakukan olahraga kecil dan sedikit pemanasan. Tetapi mereka di sana
bukanlah hendak bermain sepak bola ataupun futsal. Karena mana mungkin mereka melakukan
itu hanya berempat orang.
“Dalam
Gunryou,” Stealth mulai membuka pembicaraan, “setidaknya ada lima hal yang
perlu kalian ketahui dan kuasai. Yaitu, keseimbangan, kecepatan, ketepatan, teknik, dan kekuatan. Untuk itu, kau Ferdi.” Stealth berbicara yakin dengan
menatap tajam ke arah Ferdi. Sedangkan Ferdi, hanya tercengang dan menatap
balik. Stealth melanjutkan, “mungkin kau dapat mengeluarkan kekuatan hebat
dengan Elgrad itu, tetapi ingatlah itu sama sekali tak cukup. Kekuatan Elgrad
sesungguhnya terletak pada kemampuan dan aura penggunanya, hanya saja Elgrad
mampu melipatgandakan kekuatan tersebut sehingga menghasilkan sesuatu yang
dahsyat. Bahkan orang yang terpilih, walau tak menguasai kemampuan apapun
sepertimu, mampu mengeluarkan kekuatan hebat dengan Elgrad. Tetapi tanpa
menggunakan Elgrad, kau bukanlah apa-apa.” Ucapan Stealth semakin serius dan
suaranya yang semakin meninggi, membuat Ferdi sedikit getir. “Untuk itu…”
Stealth tak melanjutkan ucapannya, tiba-tiba ia merangsek maju dan menebaskan
belatinya ke arah orb yang Ferdi bawa.
Orb
tersebut menggelinding di atas tanah, Ferdi hanya diam tercengang di tempat,
sembari berkata terbata perlahan, “A- a.. apa?”
Knight
hanya tersenyum sinis. Sedangkan Epsa terdiam heran melihat hal itu. Stealth
telah tepat berada di depan Ferdi dengan posisi siap menebas, menatapkan tajam
pandangannya ke arah Ferdi, kemudian berkata, “Untuk itu, kau harus berlatih
dengan keras, memperkuat dirimu dari dalam diri. Berlatih tanpa menggunakan
Elgrad, memperkuat kemampuanmu yang sesungguhnya, tanpa hanya harus bergantung
pada kekuatan senjatamu. Karena sesungguhnya senjata itu tergantung
penggunanya. Semakin ahli dan kuatnya seorang pengguna, akan
memengaruhi sejauh mana senjata itu mampu mematikan. Begitu pula Elgrad. Baiklah,
Knight, kau punya dua pedang, bukan? Berikan salah satu padanya.”
“Apa?
Kenapa harus punyaku?” ucap Knight terkejut, tak terima.
“Ya,
karena Ferdi tak punya pedang, bukan? Sedang, kau memiliki dua pedang. Dia
harus berlatih tanpa menggunakan Elgrad. Lagipula, kau sudah terlatih, bukan?
Kau bisa menghadapinya hanya dengan satu pedang, bukan? Atau jangan bilang kau
takut, karena…”
Belum
sempat Stealth melanjutkan, Knight segera melempar dengan bantingan kedua
pedangnya ke rerumputan di depan Ferdi, kemudian menunjuk ke arah Ferdi sembari
berkata, “Dengan tangan kosongpun aku bisa menghabisi orang sepertinya.”
Stealth
tersenyum tipis dan berkata, “Baguslah.”
“Cih…
seharusnya akulah yang memberi perintah di sini.” Ucap Knight tak terima.
“Baiklah,
sebelum kau memulai latihan, ada hal lain yang perlu kau ketahui.” Ucap Stealth
pada Ferdi.
“Apa
lagi?”
“Kau
ingat, bukan? Aku pernah mengatakan sesuatu tentang aura. Ya, karena setiap
orang memiliki auranya masing-masing. Dan aura ini dapat digunakan sebagai perlindungan
diri penggunanya ataupun untuk meningkatkan kekuatan daya serangnya. Serta, setiap
aura dari masing-masing orang mampu menguasai elemen tertentu. Artinya, setiap
aura berelemen tertentu. Ada empat jenis elemen, yaitu api, air, tanah, dan
angin.”
“Seperti
di film-film. Apa itu artinya dengan sebuah aura kita dapat menggunakan jurus
tertentu dari masing-masing elemen?” Tanya Ferdi.
“Kurang
lebih seperti itu. Sebuah aura yang terpancar dari seseorang dapat beradaptasi
dari keempat elemen itu untuk mengeluarkan kemampuan yang spesifik. Dan keempat
elemen ini memiliki kelemahan dan ketahanan masing-masing. Elemen api dapat
dipadamkan dengan elemen air. Elemen air dapat dibenamkan oleh elemen tanah.
Elemen tanah dapat dihempaskan oleh elemen angin.”
“Dan
elemen angin hanya akan mengobarkan kekuatan elemen api.” Potong Knight.
“Ya,
seperti itulah.” Jawab Stealth tersenyum.
“Dan…”
Ferdi berusaha bertanya, tetapi segera dipotong Stealth, “Dan yang kau lihat
saat kita terjebak di Sihir Dunia Kegelapan itu, aku mengeluarkan sesuatu
berkekuatan petir dari belati ini.” Ucap Stealth seraya mengibas-ngibaskan
belatinya, “Ini adalah kemampuan listrik, modifikasi dari elemen api. Merupakan
peningkatan lebih lanjut dari elemen api, level tiga dari elemen api.”
“Jadi,
dapat dimodifikasi segala. Dan artinya kau berelemen api?” Tanya Ferdi segera.
“Ya,
elemen yang kusebutkan itu merupakan level dasar, yaitu level satu, dan
masing-masing dapat mengalami peningkatan hingga level tiga. Dan dari keempat
elemen itu, yang paling sulit untuk dimodifikasi dan dikuasai adalah elemen
angin. Maka dari itu, di Gunryou, yang paling sedikit jumlahnya adalah pengguna
elemen angin. Dan Knight memiliki aura berelemen angin, seperti kakaknya, dan memang
keturunan Arin sebagian besar berelemen angin.”
“Dan
Knight…” ucap Ferdi dengan menoleh ke arah Knight.
“Dia
masih level satu,” jawab Stealth, “dia masih menguasai elemen angin.”
“Ternyata
orang sombong seperti dia masih…”
“Jih…”
potong Knight, “seperti yang dikatakan Stealth, elemen angin itu yang paling
sulit untuk mencapai level selanjutnya, tahu!”
“Jadi,
kini aku harus mengetahui auraku lebih dahulu?” Tanya Ferdi ke arah Stealth.
“Elgrad,
seperti yang ku katakan, adalah salah satu dari empat legendary orb. Keempat
legendary orb ini juga mengadopsi masing-masing dari keempat elemen itu. Dan
Elgrad merupakan legendary orb berelemen angin. Maka dari itu, keturunan Arin
yang memang terlahir sebagai pemegang aura angin, dahulu sangat dipercaya mampu
menguasai Elgrad yang berelemen angin.”
Knight
yang mendengar hal itu merasa diledek dan segera memalingkan tubuh, berusaha
tak peduli. Sedangkan Ferdi segera berkata, “Artinya aku berelemen angin?”
“Dapat
dipastikan itu, karena kau mampu menguasai Elgrad.” Jawab Stealth. “Oleh karena
itu, kalian berdua, kau… dan Knight akan berlatih bersama. Aku yang berelemen
api tak cocok dengan kalian berdua. Aku hanya akan memantau kalian. Sama-sama
berelemen angin, itu akan menjadi hal yang seimbang.”
“Cih…
jelas aku lebih unggul darinya.” Ucap Knight tak terima. “Aku lebih kuat, lebih
berpengalaman, dan lebih berbakat darinya.”
“Dan
bagaimana denganku?” Tanya Epsa yang sejak tadi diam saja. “Aura milikku
berelemen apa?”
“Sebenarnya
ada alat untuk mengetahui elemen dari aura seseorang. Tetapi jelas kami tak
membawa alat semacam itu dalam misi kami.” Jawab Stealth.
“Tetapi
ada cara lain.” Ucap Knight.
Stealth
tersenyum mendengar Knight yang sudah tidak terlalu cuek seperti sebelumnya, ia
segera berkata, “Lakukan Knight.”
“Aku
tahu! Tak usah memerintah.” Ucap Knight sembari melangkah mendekati Epsa, dan
menyuruhnya, “Pejamkan matamu. Fokuskan auramu untuk keluar mengelilingi
tubuhmu.” Epsa segera melakukan apa yang dikatakan.
Knight
merentangkan tangan kirinya ke depan dengan telapak tangan terbuka, menyentuh
dada Epsa. Keheningan terasa sesaat, kemudian Knight berkata, “Tidak terjadi
apa-apa.”
“Tidak
bereaksi?” Ucap Stealth. “Epsa, artinya auramu bukanlah berelemen tanah ataupun
api. Tetapi tetap lakukan seperti itu.” Kemudian Knight melangkah mundur, dan
kini Stealth yang mendekati Epsa. Ia melakukan hal yang sama seperti Knight.
Hanya beberapa saat, Stealth kemudian berteriak perlahan. Epsa segera membuka
matanya dan melihat apa yang terjadi. Stealth merunduk dan memegangi pergelangan
tangan kirinya dengan telapak tangan kanannya. Terlihat sebuah uap mengepul
dari telapak tangan kiri Stealth. Kemudian segera berkata, “Artinya kau
berelemen air.”
“Bagaimana
kau mengetahuinya?” Tanya Epsa.
“Mudah
saja.” Jawab Stealth yang kembali tegap. “Seperti yang ku katakan, tiap elemen
memiliki kelemahan dan ketahanan masing-masing. Nah… dari sifat elemen inilah
kita bisa mengetahui elemen aura dari orang lain. Orang beraura angin, dapat
mengidentifikasi apakah aura orang lain berelemen tanah atau api.”
“Oh..
aku mengerti.” Potong Epsa segera. “Orang dengan elemen aura angin akan
bereaksi dengan orang berelemen aura tanah, entah itu dia menghempaskan orang
yang berelemen tanah itu atau apalah, yang seperti kau katakan.”
“Tepat.
Baiklah, sekarang kita mulai berlatih.”
“Ayo…
ku sudah bosan lama menunggu.” Ucap Ferdi yang terdiam sejak tadi.
“Kau
bukanlah tandinganku.” Ucap Knight menyombongkan diri.

Seru ceritanya,
ReplyDeletebtw ganti nih tampilannya tapi bagus kok
gak seserem dulu hehe
iya sob...
Deletemakasih... ^_^